Tempat Wisata Pulau Jawa
top

Wisata Kuliner Yogyakarta

gudeg-khas-yogyakarta

Makan merupakan kebutuhan pokok manusia. Setiap hari, Anda makan untuk hidup. ketika Anda sedang berwisata, makan bukan kewajiban, tetapi hanya sekedar kesenangan. Menjelajah berbagai daerah wisata tanpa mencicipi makanan khas daerah tersebut sangatlah tidak lengkap wisata Anda. Terlebih lagi, saat ini jenis wisata kuliner sedang naik daun. Sekarang ini kuliner sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Berikut ini beberapa tempat wisata kuliner yang wajib Anda coba ketika Anda berada di Kota Yogyakarta :

House of Raminten

house of ramintenPara pelayan restoran ini merupakan kumpulan anak-anak lulusan SLB. Oleh karena itu, jika pesanan makanan Anda terlambat datang, harap dimaklumi dan jangan dimarahi. Menunya juga sangat bervariasi. Cobalah wedang beras kencur dan rasakanĀ taste yang berbeda dengan wedang beras kencur di restoran lain. Cara penataan sajian nasi liwet, sego kucing (nasi yang dilengkapi dengan sambal dan bandeng goreng), dan nasi goreng juga berbeda. Ada paketĀ  untuk single dan dobel, artinya porsi nasi banyak atau sedikit saja. Warung ini memang tak kenal henti sehingga memudahkan para pengunjung untuk memilih jam makan. Jika ingin mengantri, ya berarti harus sabar dan duduk di ruang tunggu. Jika tidak ingin mengantri, Anda harus benar-benar cermat memilih jam makan. Sebaiknya sekitar pukul 11.00 atau 15.00 House of Raminten beralamat di Jl. FM Noto No. 7, Kotabaru, Yogyakarta.

Lotek Teteg

lotek teteg yogyakartaNama warung ini memang aneh, tetapi makanan yang dijual sangat enak. Khusus menyajikan gado-gado dan lotek, diberi nama Lotek Teteg karena lokasinya yang berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Lempuyangan, Yogyakarta. Sepintas tampilan lotek di sini hampir sama dengan sebagian besar lotek yang dijual di Yogyakarta. Bedanya, rasa lotek di sini sangat pas di lidah. Cobek untuk meracik bumbu kacang dan sayur-sayuran isi lotek berukuran super jumbo. Jika ukuran cobek pada umumnya yang digunakan berukuran 30-40 cm, di sini cobeknya berukuran 80 cm.

Warung lotek yang berdiri sejak tahun 1970 ini buka mulai pukul 09.00 hingga 17.00. Harga 1 porsi hanya Rp. 9.000,-. Lumayan untuk makan siang. Sambil makan lotek, dengarkan lagu pengamen tetap yang tak hilir mudik seperti ditempat lain, Anda pun bisa request lagu juga lho.

Soto Pak Marto

soto pak martoTerletak di Jl. S. Parman, dari arah pojok Beteng Kulon ke utara, lalu perempatan lampu merah belok kiri. Warung ini terletak tepat di kanan jalan, sebelum jembatan. Cita rasa soto ini memiliki kekhasan sendiri, kaldu sapi pada kuah sangat terasa, bumbunya pun sangat meresap. Silakan tambahkan makanan pendamping, seperti iso bacem goreng, perkedel kentang, atau mendoan. jangan lupa tambahkan kecap ala warung ini karena rasanya sangat berbeda dan enak. Uniknya, kemasan kecap seperti botol obat batuk hitam dan memang tidak dijual di mana pun karena merupakan bikinan sendiri.

SGPC Bu Wiryo

SGPC adalah singkatan dari Sego Pecel (nasi pecel). Walaupun sudah banyak rumah makan yang menjual nasi pecel di Yogyakarta, SGPC Bu Wiryo tidak pernah sepi dari pelanggan. Buka dari pukul 06.00 sampai 21.30. Sejak tahun 1994, rumah makan sederhana ini beralamatkan di Kompleks Universitas Gajah Mada atau disingkat UGM, Jl. Agro CT VIII, Klebengan. Untuk nomor teleponnya yaitu 0274-512288. Untuk patokan tempatnya yaitu di depan Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Menu andalannya yaitu nasi pecel dan nasi sup daging sapi, dengan resep yang telah teruji selama puluhan tahun.

sgpc bu wiryo 1959Melahap sego pecel memang tidak pernah ada bosannya. Padahal, racikan makanan tradisionalini sangatlah sederhana, hanya ada bayam, tauge, dan kacang panjang, ditambah siraman bumbu kacang. Tambahkan kerupuk kanji putih yang akan semakin menggugah selera makan siang Anda.
Warung Bu Wiryo sangat bernuansa tempo dulu. Maklum, warung ini sudah melayani pelanggannya sejak tahun 1959. Ukuran ruangan yang cukup luas, deretan meja dan kursi memanjang, sangat nyaman diduduki. Saat harus membayar, Anda langsung menuju kasir dan menyebutkan apa saja yang Anda makan. Harga pecel per porsinya Rp. 7.000,- dan sup daging sapi per porsi Rp. 9.000,-

Angkringan Lik Min

angkringan lik minMasakan andalan yang merupakan daya tarik utama adalah sayur berongkos dan teh poci. Akan tetapi, warung ini tetap menyediakan menu standar angkringan lainnya. Penyajiannya ala swalayan sehingga Anda sendiri yang menentukan porsinya, seperti model prasmanan. Angkringan Lik Min terletak di Jl. Prapanca, Perumahan gumuk Indah, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Tidak ada angkutan umum yang melintasi tempat ini. Namun jika Anda dari Terminal Umbulharjo, Anda bisa menggunakan bus Yogyakarta-Wates, turun di perempatan lampu merah Bugisan. Lanjutkan dengan berjalan kaki ke selatan sekitar 500 m.

Gudeg

Ini dia primadona makanan dari Daerah Istimewa Yogyakarta, hampir dapat dipastikan jika di setiap sudut kota, banyak penjaja makanan yang menyajikan jenis makanan ini. Makanan khas Yogyakarta ini terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Biasanya, warna cokelat didapat dari daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental, ayam kampung, telur, tahu, dan sambal goreng krecek.

gudeg yu djum yogyakartaMari kita melihat sekilas sejarah masakan gudeg khas Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Di sebuah sudut Kota Yogyakarta, pada zaman penjajahan Inggris, tinggal seorang warga negara Inggris yang memiliki istri seorang perempuan Jawa. Sang suami tersebut memanggil istrinya dengan sebutan “Dek”, panggilan yang lazim pada tradisi Jawa. Pada suatu hari, saat sang suami sedang pergi bekerja, sang istri bingung hendak memasak apa untuk si suami. Ia teringat dengan resep keluarga turun-temurun, yang menggunakan nangka muda. Tak lama kemudian, sang suami tiba di rumah. Dengan rasa lapar yang sudah berkecamuk, sang suami langsung menuju ke meja makan dan makan dengan lahap. Kemudian ia berkata cukup lantang dengan ekspresi senang, “Good Dek! It’s good, Dek”. Sang istri terkejut dan bercampur gembira sehingga ia menceritakannya ke tetangga dan teman-temannya kalau sang suami senang sekali dimasakkan resep turun-temurun tersebut. Setiap kali selesai memakan masakan nangka berwarna cokelat tersebut, sang suami kerap berkata, “Good, Dek”. Dari situlah makanan tersebut mulai disebut “Gudeg”, sebagai metamorfosis kata “Good, Dek”. Kisah yang cukup menggelitik bukan? Benar atau tidaknya, yang pasti bahwa masakan khas Yogyakarta ini rasanya sangat enak.

Beberapa warung gudeg yang layak didatangi :

  1. Gudeg Yu Djum, bertempat di Jl. Wijilan. Berada satu deret dengan warung gudeg yang lain, misalnya Gudeg Campur Sari, Gudeg Bu Slamet, dan Gudeg Bu Lies.
  2. Gudeg Bu Ahmad Mbarek di kawasan Mbarek sebelah utara Kampus UGM. Terdapat beberapa rumah makan nasi gudeg, antara lain Gudeg Hj. Ahmad dan Gudeg Yu Djum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bottom